Pijar Retak

Lima naskah monolog yang mengangkat kisah perempuan dari ruang keluarga hingga tradisi

Tentang Buku Ini

Buku ini mengangkat kisah nyata perempuan yang terkungkung oleh adat dan norma sosial.

A close-up of a woman’s hands holding a worn script, symbolizing personal stories and resilience.
A close-up of a woman’s hands holding a worn script, symbolizing personal stories and resilience.
Suara Perempuan
Monolog Kuat

Lima naskah monolog ini merebut kembali hak perempuan atas suara dan kehidupan mereka.

Pertanyaan Umum

Apa isi buku ini?

Buku ini berisi lima naskah monolog yang mengangkat suara perempuan dalam berbagai ruang kehidupan.

Siapa penulisnya?
Apa tujuan penerbitan buku?
Dari mana inspirasi naskah ini?
Apa harapan dari buku ini?

Ditulis oleh Nirwana Aprianty, Nurul Inayah, dan Shinta Febriany.

Untuk memperkaya naskah monolog di teater Indonesia dan mengintervensi norma sosial yang menekan perempuan.

Naskah terinspirasi dari pengalaman nyata perempuan yang dikontrol dan dibungkam atas nama adat dan cinta.

Semoga menjadi pemantik percakapan tentang relasi gender yang setara.

Galeri

A close-up of a handwritten monologue script with notes in the margins, symbolizing personal storytelling.
A close-up of a handwritten monologue script with notes in the margins, symbolizing personal storytelling.
An intimate theater stage setup with a single chair and soft lighting, evoking a monologue performance.
An intimate theater stage setup with a single chair and soft lighting, evoking a monologue performance.
A group of women engaged in a passionate discussion, reflecting themes of voice and empowerment.
A group of women engaged in a passionate discussion, reflecting themes of voice and empowerment.
Traditional Indonesian textiles draped over a chair, representing cultural heritage and social norms.
Traditional Indonesian textiles draped over a chair, representing cultural heritage and social norms.
A serene seaside scene at dusk, symbolizing one of the monologues set by the sea.
A serene seaside scene at dusk, symbolizing one of the monologues set by the sea.
A close-up of a woman's hands holding a worn book, embodying the connection to lived experiences.
A close-up of a woman's hands holding a worn book, embodying the connection to lived experiences.

Momen dan cerita dari panggung monolog kami